HARGA HET GAS PASTI BERBEDA
04 2016

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Provinsi Jambi, Masherudin Wahab tidak menampik dimana nantinya penetapan harga eceran tertinggi (HET) baik untuk gas ukuran 3 kg maupun 12 kg akan berbeda beda di setiap daerah. Hal ini mengingat letak dan jarak tempuh di setiap daerah.

"Apalagi yang di kabupaten yang desanya cukup jauh, pastinya berbeda dengan harga di Kota Jambi," tuturnya.

Saat ini Pemprov Jambj akan lebih memprioritaskan tabung gas elpiji ukuran 3 kg yang saat ini jumlah tabung secara keseluruhan yang beredar diseluruh wilayah Jambi berjumlah 1,9 juta tabung.

"Yang sering terjadi kelangkaan itu ukuran 3 kg. Makanya kita akan fokuskan pengawasannya," katanya.

Saat ini, meskipun PT Pertamina Persero beberapa waktu lalu resmi menurunkan harga gas elpiji tabung 12 Kg sebesar Rp 5.800 pertabung, namun khusus gas elpiji 3 kg masih belum mengalami penurunan harga. Bahkan harga elpiji 3 kg ditingkat pengecer masuh berada di kisaran Rp 20 ribu.

KEPALA BIRO APSDA MASHERUDDIN SEBUT LIFTING MINYAK DI JAMBI TERUS TURUN
04 2016

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Jambi mengatakan penurunan bagi hasil dari minyak ke pemerintah kabupaten/kota ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah.

Angka di tingkat nasional penurunan lifting minyak yang sebelumnya 1 juta barel/hari turun hingga 820 ribu barel/hari sebutnya sangat berpengaruh juga di daerah.

"Itu juga berpengaruh terhadap daerah-daerah penghasil kalau kita ini seperti di Tanjab Barat, Muaro Jambi, Tanjabtim , Batanghari. Tentu itu akan berpengaruh terhadap bagi hasil liftingnya," katanya.

Tahun 2014 hingga 2015 ini lifting terus menurun, dan menurutnya untuk meningkatkannya hal tersebut merupakan kewenagan pemerintah pusat.

"Solusinya melakukan eksplorasi baru kalau mengandalkan sumur-sumur yang lama itu akan sulit. Pemerintah daerah dalam hal ini hanya memberikan kemudahan untuk pengeboran yang baru," katanya.

KEBUTUHAN BBM DI JAMBI DALAM SETAHUN MENCAPAI 794 RIBU KILOLITER
04 2016

KBRN, Jambi. Kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Jambi dalam satu tahun mencapai sekitar 794 ribu kilo liter. Oleh sebab itu, pemerintah Provinsi Jambi berharap kuota BBM untuk Provinsi Jambi tahun 2015 tidak berbeda jauh dari angka tersebut. “ Sampai saat ini kuota BBM dari pemerintah pusat untuk Provinsi Jambi tahun 2015 masih belum turun. Penentuan kuota kan kewenangan pusat. Tapi kita berharap, kuota yang selama ini sudah diberikan untuk Jambi bisa dipertahankan,” ujar Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemprov Jambi, Masherudin Wahab, Kamis (4/12/2014).   
Tahun 2014, Provinsi Jambi mendapat kuota BBM sebanyak 794 ribu Kilo liter, terdiri dari premium sebanyak 484 kilo liter dan solar sebanyak 310 ribu kilo liter.  Pertengahan tahun 2014, Pemerintah Provinsi Jambi mengalihkan 20 ribu kilo liter kuota premium ke solar karena stok solar menipis sehingga dikhawatirkan stok solar yang ada tidak mencukupi hingga akhir tahun.  Diharapkan kuota solar tahun depan bisa ditambah karena konsumsi solar di Jambi cukup tinggi, terutama karena banyak truk pengangkut hasil perkebunan maupun pertambangan yang turut mengisi solar bersubsidi di SPBU.
  

RP, 4,7 MILIAR KREDIT MACET KUPEM PROVINSI JAMBI BELUM DIKEMBALIKAN
13 2016

Jambi. Sekitar Rp 4,7 miliar  dana kredit macet dari Kredit Usaha Penguatan Ekonomi Masyarakat (KUPEM) Provinsi Jambi hingga saat ini belum dikembalikan. 

” Dari total Rp17 miliar rupiah kredit macet KUPEM, yang sudah dikembalikan  sekitar Rp 13an miliar rupiah,” kata Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Pemprov Jambi, Masherudin Wahab .

Penyaluran KUPEM dilakukan menggunakan dua pola yaitu  penyaluran yang dijamin oleh pemerintah daerah, dalam hal ini Pemprov Jambi, dan yang disalurkan Perbankan. “Kalau yang dilakukan Perbankan  tidak ada masalah, namun masalah muncul untuk penyaluran yang dijamin Pemprov, sehingga muncul kredit macet,” imbuh Masherudin.
 

Terhadap kredit yang masih macet tersebut, Pemprov Jambi akan terus melakukan penagihan maupun melakukan pemetaan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan kredit yang disalurkan macet.

“Selama ini krdit macet KUPEM setiap tahun selalu menjadi temuan BPK dalam beberapa tahun terakhir,” ungkap Masherudin.  Ditargetkan , tahun ini penagihan kredit yang masih macet akan dapat diselesaikan.